Dua WNI di Rumania Terinfeksi Kusta

Laporan dua kasus kusta (lepra) di Rumania setelah lebih dari 40 tahun tanpa temuan, yang melibatkan warga negara Indonesia, memunculkan perhatian internasional terhadap aspek kesehatan lintas negara, perlindungan WNI, serta tata kelola surveilans penyakit menular. Isu ini berpotensi berdampak pada citra kesehatan publik nasional, perlindungan tenaga kerja migran, serta kepercayaan mitra internasional terhadap sistem pencegahan dan respons penyakit menular Indonesia. Penanganan yang cepat, transparan, dan terkoordinasi menjadi krusial untuk mencegah stigma, memastikan layanan kesehatan yang memadai, serta memperkuat kerja sama kesehatan global, DPR perlu: 

a. Mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem surveilans kusta nasional berbasis pelacakan riwayat perjalanan dan mobilitas internasional, termasuk standardisasi pelaporan lintas negara dan pembaruan protokol deteksi dini pada pintu masuk internasional; 

b. Mendorong Kementerian Luar Negeri untuk meningkatkan koordinasi perlindungan WNI dengan otoritas kesehatan setempat di negara tujuan, memastikan akses layanan medis yang layak, pendampingan konsuler, serta mekanisme komunikasi krisis yang jelas bagi WNI terdampak; 

c. Memastikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan melakukan penguatan pemeriksaan kesehatan prapenempatan dan pascapenempatan bagi pekerja migran Indonesia, termasuk skrining penyakit menular tertentu dan edukasi kesehatan yang komprehensif sebelum keberangkatan; 

d. Menyampaikan bahwa DPR perlu mengkaji kecukupan kerangka hukum dan regulasi teknis terkait pencegahan penyakit menular lintas negara, termasuk harmonisasi kebijakan kesehatan dengan perlindungan WNI di luar negeri serta kepatuhan pada standar kesehatan internasional; 

e. Menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan harus memastikan kesinambungan layanan dan pembiayaan pengobatan bagi WNI terdampak, termasuk pengaturan klaim lintas negara dan pemanfaatan data kesehatan secara aman dan terintegrasi; 

f. Mendorong Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi publik dan komunikasi risiko berbasis bukti guna mencegah stigma terhadap penderita kusta, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pencegahan dan pengobatan yang tersedia.(DRL)