Mitigasi Terpadu Dibutuhkan Menyusul Letusan Gunung Semeru
Gunung Semeru kembali meletus dengan guguran awan panas yang
mencapai kawasan Gladak Perak, memicu kepanikan warga,
gangguan lalu lintas, dan penghentian aktivitas di area rawan. Situasi
ini menegaskan perlunya penanganan terpadu lintaskementerian/lembaga untuk memastikan mitigasi bencana yang lebih
cepat, aman, dan berbasis data, DPR perlu:
a. Mendorong Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
(PVMBG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) untuk segera memperbaharui dan menetapkan regulasi
teknis terkait zona bahaya dan jalur aman di sekitar Gunung
Semeru, termasuk penetapan radius minimum pengungsian
berbasis kajian geologi dan letusan terkini;
b. Mendorong Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah
Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten Lumajang untuk
memperkuat pelayanan publik darurat melalui pembangunan
pos pengungsian dan fasilitas kesehatan sementara yang telah
dilengkapi data dan aset siap pakai untuk tanggap letusan
vulkanik;
c. Meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)
bersama BNPB menyediakan sistem data dan informasi publik
yang real-time dan terintegrasi, termasuk peta jalur evakuasi,
aliran awan panas, serta titik rawan agar masyarakat
mendapatkan peringatan dini secara cepat dan dapat memutus
rantai risiko;
d. Mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait
melakukan audit keamanan aset infrastruktur kritis seperti
Jembatan Gladak Perak terhadap lanjutannya dampak letusan
dan aliran lahar, serta mengalokasikan anggaran khusus
pemulihan dan mitigasi agar jalur vital dapat segera difungsikan
kembali. (RAN)