Ketergantungan Indonesia Terhadap Impor LPG

Saat ini ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sangat tinggi. Setiap tahunnya Indonesia mengimpor Liquefied Petroleum Gas (LPG) 6,5-7 juta ton. Hal ini terjadi karena konsumsi LPG mencapai 8,6 juta ton, sementara kapasitas produksinya hanya 1,3 juta ton, DPR perlu:

a. Meminta Kementerian ESDM, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan energi nasional, terutama terkait ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang mencapai 6,5–7 juta ton per tahun; 

b. Meminta Kementerian ESDM segera menyusun langkah strategis guna mengurangi ketergantungan impor dengan meningkatkan produksi domestik melalui optimalisasi sumber gas alam, pengembangan kilang LPG, serta percepatan proyek konversi energi berbasis gas bumi dan biogas; 

c. Mendorong Kementerian ESDM bersama BUMN sektor energi seperti Pertamina agar mengembangkan infrastruktur pengolahan gas dan LPG nasional, termasuk pembangunan LNG plant dan terminal LPG di wilayah penghasil gas, guna meningkatkan pasokan dalam negeri dan menekan defisit energi nasional; 

d. Meminta Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Bappenas untuk meninjau kembali skema subsidi LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran dan mendukung transisi menuju energi bersih serta efisien, serta memperluas program konversi LPG ke DME (Dimethyl Ether) dan biogas rumah tangga sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi impor dan menjaga ketahanan energi nasional; 

e. Mendorong Pemerintah untuk memperkuat kerja sama dengan sektor swasta dan daerah dalam eksplorasi serta pemanfaatan potensi gas bumi nonkonvensional, termasuk shale gas dan coal bed methane (CBM), sebagai alternatif untuk menekan defisit pasokan LPG nasional; 

f. Meminta Pemerintah memastikan seluruh kebijakan pengurangan impor LPG selaras dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, efisiensi fiskal, serta peningkatan kemandirian energi Indonesia menuju transisi energi yang berkeadilan dan berdaulat. (NNA)