150 Daerah Alami Kenaikan Harga Beras

Di tengah produksi beras melimpah, harga beras dalam negeri justru masih relatif tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, masih ada 150 daerah yang mengalami kenaikan harga beras pada minggu ketiga Juni tahun ini, DPR perlu: 
a. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan menelusuri dan mengevaluasi distribusi dari sentra produksi beras hingga pasar untuk mengidentifikasi dan menindaklanjuti potensi hambatan distribusi atau penimbunan; 
b. Mendukung langkah pemerintah untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengendalikan harga beras di pasaran; 
c. Mendorong Badan Usaha Logistik (Bulog) segera menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui operasi pasar di daerah-daerah dengan kenaikan harga signifikan untuk menstabilkan harga beras; d. Mendorong Bapanas memperkuat dan memperluas sistem pemantauan harga dan stok secara digital dan real-time, terutama di daerah rawan fluktuasi, sehingga langkah penanggulangan bisa dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga terus-menerus; 
e. Mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan pemberian insentif atau subsidi transportasi agar harga beras di daerah terpencil tidak jauh lebih mahal dari daerah sentra produksi; 
f. Mendorong Kementan bersama Bapanas, Satgas Pangan, dan Kepolisian untuk melakukan pengawasan ketat serta menindak tegas pelaku yang mempermainkan harga dan stok beras secara ilegal serta menutup berbagai celah penyelewengan guna memberikan efek jera; 
g. Komisi IV DPR perlu segera meminta penjelasan Kementan dan Bulog terkait penyebab harga tetap tinggi meski produksi surplus, dan strategi pemerintah untuk menurunkannya, serta langkah jangka panjang untuk menstabilkan harga beras. (EMA)