sebanyak 12,3% atau 2 jutaan anak Indonesia berusia dini 2-4 tahun tidak mampu tumbuh sesuai dengan umur

Berdasarkan indeks Perkembangan Anak Usia Dini atau Early Childhood Development Index (ECDI), sebanyak 12,3% atau 2 jutaan anak Indonesia berusia dini 2-4 tahun tidak mampu tumbuh sesuai dengan umur dan tahapan perkembangan, dilihat dari sisi kesehatan, pembelajaran, dan psikososial, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah menjadikan indeks tersebut sebagai bahan evaluasi dan agar pemerintah lebih memberikan perhatian pada perkembangan anak usia dini di Indonesia, terlebih penurunan angka stunting di Indonesia masih terbilang lambat, mengingat stunting berkontribusi besar pada keterlambatan perkembangan anak;

b. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak usia dini, melalui peningkatan akses ke layanan kesehatan dasar, seperti imunisasi, gizi seimbang, dan pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu maupun puskesmas;

c. Mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meningkatkan pemerataan akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), terutama pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T);

d. Mendorong Kemendikdasmen meningkatkan kualitas PAUD melalui pemberian pelatihan pada guru PAUD tentang stimulasi kognitif, sosial-emosional, dan motorik pada anak, serta mengintegrasikan kurikulum PAUD yang berbasis perkembangan anak, bukan hanya pada akademis semata;

e. Mendorong Kemenkes bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi rutin kepada calon ibu hamil, ibu hamil, ibu menyusui, orang tua yang memiliki bayi dan balita terkait pencegahan stunting, pola asuh positif, serta pola hidup sehat;

f. Mendorong pemerintah memastikan ibu bekerja mendapatkan hak di tempat kerjanya, seperti ketersediaan ruang laktasi cuti melahirkan sesuai aturan, serta penitipan anak yang aman;

g. Mendorong Kemenkes meningkatkan penyediaan layanan konseling anak dan keluarga di Puskesmas untuk mengatasi stres keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, atau kondisi psikososial lainnya;

h. Mendorong pemerintah untuk melakukan penguatan sistem data anak usia dini secara nasional yang terintegrasi antar sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial, serta segera melakukan tindak lanjut dengan segera apabila ditemukan anak yang masuk dalam kategori perkembangan berisiko;

i. Mendorong pemerintah terus melakukan perbaikan pada program makan bergizi gratis (MBG) agar program ini efektif mampu menurunkan stunting dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak.