Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025 diperkirakan mengalami tren pelambatan
Ekonomi Indonesia pada triwulan I 2025 hingga keseluruhan tahun 2025 diperkirakan mengalami tren pelambatan, yakni tumbuh di bawah 5 persen. Beberapa katalis utama, seperti konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan sektor keuangan mulai menunjukkan pelemahan, DPR perlu:
a. Mendorong pemerintah segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap setiap katalis pertumbuhan ekonomi dan segera menyusun strategi yang realistis dapat dilakukan pada triwulan berikutnya di sisa tahun 2025 guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi, minimal dapat mencapai level 5 persen;
b. Mendorong pemerintah mempercepat belanja negara, terutama untuk infrastruktur padat karya dan bantuan sosial, guna mendongkrak permintaan domestik dan menciptakan lapangan kerja, mengingat belasan ribu orang telah kehilangan pekerjaannya pada tahun 2025;
c. Mendorong pemerintah memperkuat konsumsi rumah tangga melalui insentif fiskal, pengendalian inflasi pangan, subsidi transportasi, dan percepatan program bantuan sosial (bansos), pemerintah dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi sebagai motor utama pertumbuhan;
d. Mendorong pemerintah memperluas akses pembiayaan, memperpanjang insentif pajak, dan menyederhanakan regulasi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku usaha agar mereka tetap bertahan dan berkembang;
e. Mendorong pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan bahwa sistem keuangan tetap likuid dan stabil, serta mendukung penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya sektor-sektor yang terdampak pelambatan;
f. Mendorong pemerintah meningkatkan nilai investasi dan dengan menyederhanakan perizinan, dan memperluas perjanjian dagang, pemerintah dapat menumbuhkan sektor ekspor dan menarik investasi asing langsung;
g. Mendorong pemerintah tetap fleksibel dan adaptif dalam merespon kondisi global, seperti ketegangan geopolitik, harga komoditas, suku bunga global) dan faktor musiman (seperti panen atau hari besar) yang memengaruhi aktivitas ekonomi domestik.