Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 dari semula 3,2% menjadi 2,9%.

Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 dari semula 3,2% menjadi 2,9%. Suramnya ekonomi global itu setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan tarif impor resiprokal yang langsung dijawab oleh langkah balasan dari Tiongkok dan banyak negara di dunia, DPR perlu:

a. Mendorong Pemerintah melakukan penerapan stimulus fiskal yang lebih besar untuk mendukung sektor-sektor yang terkena dampak, seperti UMKM, pariwisata, dan industri yang strategis. Hal ini bisa termasuk subsidi, pengurangan pajak, atau dukungan keuangan langsung;

b. Mendorong pemerintah untuk melakukan diversifikasi ekonomi dengan fokus pada sektor-sektor potensial, seperti teknologi, pertanian berkelanjutan, dan energi terbarukan, untuk mengurangi ketergantungan pada sektor yang rentan terhadap fluktuasi global;

c. Mendorong Pemerintah melakukan penguatan kebijakan perdagangan yang dapat memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, serta mempromosikan produk lokal untuk meningkatkan daya saing di pasar global;

d. Mendorong Pemerintah melakukan peningkatan investasi dalam infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan menciptakan lapangan kerja, seperti transportasi, energi, dan teknologi informasi;

e. Mendorong Pemerintah merumuskan langkah-langkah konkret untuk memantau dan mengendalikan inflasi agar tidak menambah kesulitan ekonomi bagi masyarakat. Kebijakan moneter yang responsif perlu diimplementasikan untuk menstabilkan Harga;

f. Menghimbau masyarakat membeli produk lokal demi meningkatkan permintaan domestik, yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah fluktuasi global.