Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen untuk tahun 2025
Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen untuk tahun 2025, turun dari prediksi sebelumnya sebesar 5 persen. Penyesuaian ini dilakukan seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan global dan penurunan harga komoditas, sehingga berdampak terhadap kepercayaan investor dan kinerja perdagangan Indonesia, DPR perlu:
a. Meminta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan untuk menyusun langkah-langkah antisipatif guna menjaga stabilitas makroekonomi dan meningkatkan resiliensi ekonomi nasional terhadap tekanan eksternal, serta melakukan optimalisasi belanja negara untuk sektor-sektor produktif, khususnya yang berorientasi pada peningkatan investasi, ekspor, dan industrialisasi berbasis hilirisasi sumber daya alam;
b. Mendorong Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk memperkuat diversifikasi pasar ekspor dan produk ekspor nasional agar ketergantungan terhadap komoditas mentah dapat dikurangi secara bertahap, serta mengembangkan industri bernilai tambah dan sektor manufaktur sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru;
c. Meminta Pemerintah untuk mempercepat reformasi struktural, termasuk penyederhanaan regulasi, perbaikan iklim investasi, dan percepatan digitalisasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing global Indonesia, serta menjaga komunikasi yang intensif dengan pelaku usaha dan investor agar tetap terjaga kepercayaan dalam iklim ketidakpastian global;
d. Mendorong Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan nilai tukar rupiah melalui kebijakan moneter dan makroprudensial yang adaptif terhadap perkembangan global, serta meningkatkan dukungan kepada sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional yang lebih tahan terhadap tekanan eksternal;
e. Meminta Pemerintah untuk meningkatkan investasi di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia untuk memperkuat pondasi pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang.