1.967 peserta yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi CPNS tahun 2024 memilih untuk mengundurkan diri

Berdasarkan data yang diungkap oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebanyak 1.967 peserta yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi CPNS tahun 2024 memilih untuk mengundurkan diri. Angka ini mencerminkan persoalan serius dalam manajemen ASN, baik dari sisi sistem rekrutmen, penempatan, maupun insentif kerja di sektor pemerintahan, DPR perlu;

a. Meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi CPNS, khususnya pada tahap penempatan dan kesesuaian antara formasi dengan latar belakang peserta, menyediakan mekanisme cadangan (reserve list) agar posisi yang ditinggalkan tidak dibiarkan kosong terlalu lama, serta meningkatkan transparansi dan komunikasi mengenai hak, kewajiban, serta lingkungan kerja yang akan dihadapi oleh CPNS sejak awal proses seleksi;

b. Mendorong Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) melakukan merevisi regulasi terkait sanksi administratif atau larangan mengikuti seleksi CPNS dalam periode tertentu bagi peserta yang mengundurkan diri tanpa alasan jelas, agar tidak menimbulkan moral hazard, serta menyesuaikan sistem rekrutmen agar lebih adaptif terhadap perubahan preferensi generasi muda, seperti fleksibilitas kerja, jenjang karier, dan keseimbangan hidup;

c. Mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan kajian terhadap sistem remunerasi dan tunjangan kinerja ASN, khususnya untuk formasi-formasi di daerah yang sering ditinggalkan atau tidak diminati,  serta meninjau ulang kebijakan anggaran untuk merekrut ulang atau menyesuaikan formasi yang ditinggalkan;

d. Mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Daerah (Pemda) meningkatkan kerja sama dengan instansi pusat dalam rangka sosialisasi dan penguatan komitmen bagi peserta CPNS, terutama yang akan ditempatkan di daerah, dan menyediakan dukungan infrastruktur dan fasilitas kerja yang memadai agar CPNS yang ditempatkan merasa nyaman dan termotivasi;

e. Mendorong lembaga pendidikan tinggi untuk mempersiapkan lulusan dengan pemahaman yang realistis tentang dunia kerja di sektor publik, serta mengembangkan program pembekalan pra-seleksi yang membahas peran ASN secara menyeluruh, agar peserta CPNS tidak hanya mengejar status, tetapi juga memahami tanggung jawab profesinya.