Semua Saham BUMN akan Masuk Danantara
Wakil Menteri Badan
Usaha Milik Negara
(BUMN) Dony Oskaria
menyampaikan semua
BUMN akan masuk
Badan Pengelolaan
Investasi Daya
Anagata Nusantara
(BPI Danantara) pada
akhir Maret 2025.
Kementerian BUMN
saat ini tengah
menyusun peraturan
pemerintah (PP) yang
akan mengatur
inbreng atau
pengalihan seluruh
saham perusahaan
BUMN ke BPI
Danantara, DPR perlu;
a. Meminta Kementerian BUMN untuk
menjelaskan secara transparan mengenai
skema, tujuan, dan dampak masuknya
seluruh BUMN ke dalam BPI Danantara,
terutama terkait dengan tata kelola, dan
keberlanjutan bisnis masing-masing BUMN;
b. Meminta Kementerian BUMN menjamin
bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu
kinerja BUMN strategis, terutama yang
bergerak di sektor energi, pangan,
infrastruktur, dan keuangan, serta
memastikan tidak ada tumpang tindih
kewenangan antara Kementerian BUMN
dengan BPI Danantara dalam mengelola
aset dan investasi BUMN;
c. Mendorong Kementerian Keuangan
(Kemenkeu) untuk mengawasi tata kelola
investasi dan alokasi modal di bawah BPI
Danantara agar tetap sesuai dengan
kepentingan nasional dan tidak merugikan
negara, menjamin bahwa kebijakan ini tidak
membebani APBN dan tetap sejalan dengan
prinsip pengelolaan fiskal yang sehat, serta
melakukan kajian mendalam terkait
dampak jangka panjang dari kebijakan ini
terhadap stabilitas ekonomi dan investasi
nasional;
d. Meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
untuk Mengawal proses masuknya BUMN
ke dalam BPI Danantara guna memastikan
tidak ada praktik korupsi, penyalahgunaan
wewenang, atau potensi penyimpangan
dalam pengelolaan investasi, serta
melakukan audit berkala terhadap BPI
Danantara untuk memastikan pengelolaan
aset negara berjalan dengan prinsip
transparansi dan akuntabilitas;
e. Meminta Pemerintah untuk menjelaskan
mekanisme pengelolaan BUMN dalam BPI
Danantara, termasuk bagaimana
pembagian kewenangan, pengawasan, dan
pelaporan keuangan akan dilakukan, serta
memastikan keseimbangan antara
kepentingan bisnis dan kepentingan publik,
terutama bagi BUMN yang memiliki peran
besar dalam pelayanan masyarakat. (FAJ)