Perputaran Uang Lebaran 2025 Diprediksi Melemah

Adanya potensi penurunan jumlah pemudik pada Lebaran 2025 sebesar 24% dibanding tahun sebelumnya akan berdampak pada perputaran ekonomi yang juga mengalami penurunan dari Rp150 triliun menjadi Rp137,98 triliun. Penurunan ini dapat mempengaruhi sektor transportasi, pariwisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada peningkatan konsumsi selama periode mudik, DPR perlu: 
a. Meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan kajian lebih mendalam mengenai faktor-faktor penyebab turunnya jumlah pemudik, termasuk aspek biaya transportasi, kebijakan cuti bersama, serta infrastruktur transportasi, guna memastikan kebijakan yang lebih proaktif dalam mendukung kelancaran arus mudik di tahun-tahun mendatang; 
b. Mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Pemerintah Daerah untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata lokal dan mengoptimalkan event-event pariwisata selama periode Lebaran guna menstimulasi perputaran ekonomi di daerah yang terdampak penurunan jumlah pemudik; 
c. Mendorong Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk melakukan evaluasi terhadap daya beli masyarakat menjelang Lebaran, serta mengkaji potensi stimulus ekonomi bagi sektor-sektor yang terdampak penurunan mobilitas masyarakat, seperti UMKM, sektor transportasi, dan pariwisata lokal; 
d. Meminta Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama Lebaran dan mempertimbangkan kebijakan fiskal atau moneter yang dapat menjaga stabilitas daya beli serta mendorong konsumsi rumah tangga dalam batas yang sehat; 
e. Mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memperluas akses informasi terkait transportasi dan destinasi wisata melalui berbagai platform digital, guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan transparan terkait pilihan transportasi serta dampak ekonomi dari keputusan perjalanan mereka; 
f. Mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memperluas akses informasi terkait transportasi dan destinasi wisata melalui berbagai platform digital, guna memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan transparan terkait pilihan transportasi serta dampak ekonomi dari keputusan perjalanan mereka. (FAJ)