Kasus Narkoba dan Asusila Kapolres Ngada
Terjadinya
kembali
pelanggaran
hukum yang
melibatkan
aparat
Kepolisian,
yaitu baru-
baru ini
adanya
keterlibatan
aparat dalam
kasus
penyalahguna
an narkotika
dan
pelecehan
seksual
terhadap anak
di bawah
umur yang
videonya
bahkan telah
beredar di
situs porno
Australia pada
pertengahan
tahun 2024,
DPR perlu:
a. Mendorong Kepolisian untuk memastikan proses
penegakan hukum yang adil, independen, dan
transparan atas kasus pelanggaran hukum yang
melibatkan aparat kepolisian tersebut, khususnya
terhadap kasus penyalahgunaan narkotika dan
pelecehan seksual yang dilakukan oleh Ajun
Komisaris Besar, Fajar Widyadharma Lukman,
yang baru-baru ini terjadi, baik dari sisi pidana
maupun persidangan etika;
b. Mendorong Kepolisian agar dapat memetakan
akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya
berulang keterlibatan aparat dalam kasus
pelanggaran hukum, dan segera menyusun
strategi yang tepat agar kasus pelanggaran
hukum yang melibatkan aparat kepolisian tidak
terulang kembali;
c. Mendorong Kepolisian untuk serius dan
berkomitmen penuh dalam memerangi kasus
narkotika di Tanah Air, termasuk yang berasal dari
jaringan internasional, serta segera mengusut
sampai ke akar-akarnya agar peristiwa
penyalahgunaan narkotika, terlebih yang
melibatkan aparat, tidak kembali terjadi dan
benar-benar terputus seluruh mata rantainya;
d. Mendorong Kepolisian untuk mengevaluasi
secara internal mengenai kinerja, struktur, dan
integritas aparat kepolisian yang telah dilakukan
selama ini, agar seluruh celah keterlibatan aparat
penegak hukum dalam berbagai kasus
pelanggaran hukum dapat diminimalisir,
mengingat sejumlah kasus yang justru melibatkan
aparat kepolisian kerap terjadi berulang;
e. Mendorong Kepolisian untuk tetap memberikan
sanksi tegas tanpa pandang bulu sesuai
peraturan perundangan yang berlaku terhadap
aparat kepolisian yang terbukti melakukan
pelanggaran, serta memastikan aparat kepolisian
yang terlibat dalam berbagai kasus tersebut
diproses secara hukum yang bisa menimbulkan
efek jera;(FAJ)