Antisipasi Kerawanan Jalur Arteri untuk Mudik
Mayoritas titik
yang rawan
terjadi
kecelakaan
berada di
sepanjang jalur
arteri, sehingga
diharapkan
pemudik yang
melintas di jalur
arteri dapat
meningkatkan
kewaspadaan
saat berkendara,
DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pekerjaan
Umum (PU) bekerja sama dengan
Pemerintah Daerah (Pemda) dan
stakeholders terkait, untuk
memastikan kesiapan infrastruktur
jalan, baik di ruas tol maupun arteri,
agar dalam kondisi standar dan
aman untuk dilalui para pemudik,
sehingga bisa meminimalisir
terjadinya kecelakaan maupun
hambatan selama mudik melalui
jalur tol maupun arteri, terlebih saat
ini masih kerap terjadi cuaca hujan
hingga ekstrem;
b. Mendorong Kepolisian agar
menempatkan dan menugaskan
personelnya untuk bersiaga di
berbagai lokasi, termasuk titik rawan
yang telah diidentifikasi, serta
memberikan arahan dan petunjuk
bagi pemudik, agar tetap waspada
ketika melintasi titik-titik rawan
kecelakaan tersebut;
c. Mendorong Kementerian PU bekerja
sama dengan Pemda dan
stakeholders terkait, untuk
memberikan peringatan di sejumlah
titik agar para pemudik dan
pengendara menaati peraturan lalu
lintas, serta apabila lelah agar
beristirahat di rest area yang
tersedia, dan tidak memaksakan
untuk langsung melanjutkan
perjalanan;
d. Mendorong Kementerian Komunikasi
dan Digital (Komdigi) bersama PT. Jasa
Raharja meminta penyedia aplikasi peta
di gawai untuk memasukkan titik-titik
rawan kecelakaan pada navigasi, guna
membantu pemudik lebih waspada saat
hendak melintas;
e. Mendorong Kementerian Perhubungan
(Kemenhub) memastikan tiap
kendaraan yang beroperasi di jalan
telah menjalani uji kelaikan kendaraan
atau ramp check, serta memastikan uji
kelaikan tersebut benar-benar
dilakukan secara maksimal, mengingat
adanya sejumlah tanda atau stiker uji
kelaikan palsu yang ditempel pada bus-
bus pariwisata ataupun angkutan
Lebaran 2025. Selain itu, Pemerintah
diharapkan dapat mengawasi dan
memastikan tiap kendaraan yang
beroperasi tersebut telah terdaftar di
aplikasi Sistem Perizinan Online
Angkutan Darat dan Multimoda
(Spionam);
f. Mendorong Pemerintah untuk
melakukan terobosan dan inovasi yang
konkret dalam melakulan pematangan
persiapanan penanganan arus mudik
Lebaran 2025, dan menjadikan
persoalan yang ada di arus mudik
sebelumnya sebagai bahan koreksi dan
momentum untuk memperbaiki dan
meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat, mengingat banyak faktor
yang mengakibatkan kecelakaan lalu
lintas terus berulang, dari mulai
kesiapan jalan hingga kelaikan
angkutan umum. (FAJ)