Kasus-kasus yang melibatkan aparat penegak hukum kembali muncul

 Kasus-kasus yang melibatkan aparat penegak hukum kembali muncul, seperti baru-baru ini diketahui dua anggota TNI dan satu anggota polisi terlibat dalam sindikat penjualan sisik trenggiling sebanyak 1,1 ton di Kabupaten Asahan, Sumatra Utara (Sumut), serta kasus anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang yang diduga melakukan penembakan terhadap siswa SMKN 4 Semarang, DPR perlu:

a. Mendorong Pimpinan TNI-Polri untuk memberikan sanksi tegas kepada seluruh aparat TNI-Polri yang terlibat dalam kasus-kasus tersebut sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan tanpa pandang bulu, serta memastikan sanksi yang diberikan dapat menimbulkan efek jera bagi para aparat tersebut, mengingat seharusnya aparat dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat;

b. Mendorong TNI-Polri untuk memetakan faktor-faktor yang menjadi penyebab masih adanya aparat TNI-Polri yang kerap terlibat dalam berbagai kasus pelanggaran hukum, dan segera melakukan upaya yang dapat meminimalisir celah bagi aparat TNI-Polri untuk terlibat dalam berbagai kasus;

c. Mendorong Pimpinan TNI-Polri untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh aparat yang ditugaskan dalam menangani berbagai kasus, guna memastikan aparat TNI-Polri menjalankan tugas dan fungsinya sesuai aturan yang berlaku, dan tidak menyalahgunakan wewenang untuk terlibat dalam berbagai aksi pelanggaran hukum;

d. Mendorong TNI-Polri untuk berupaya meningkatkan integritas dan komitmen para aparat dalam memberantas seluruh aksi kejahatan dan pelanggaran hukum, serta berkomitmen untuk tidak terlibat dalam berbagai aksi pelanggaran hukum. Diharapkan TNI-Polri memiliki target zero case dalam hal keterlibatan aparat dalam pelanggaran hukum.