Belum adanya kejelasan dan kelanjutan program yang dijanjikan pemerintah untuk membiayai pendidikan tinggi di luar negeri
Belum adanya kejelasan dan kelanjutan program yang dijanjikan pemerintah untuk membiayai pendidikan tinggi di luar negeri, seperti yang terjadi pada calon penerima beasiswa yang terjaring di kelas persiapan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) S-1 Luar Negeri Angkatan 4 dari Pusat Prestasi Nasional, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk berkoordinasi dengan penyelenggara beasiswa agar memastikan keberlanjutan proses seleksi bagi anak-anak tersebut, sehingga bisa mendapatkan beasiswa S-1 luar negeri sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati;
b. Mendorong Kemendiktisaintek meminta penyelenggara beasiswa untuk segera memberikan penjelasan kepada orang tua anak-anak calon penerima beasiswa tersebut, baik melalui audiensi maupun melalui cara lainnya, mengenai konseling pendidikan, penggantian biaya (reimbursement) untuk pendaftaran keempat universitas di luar negeri, serta terkait letter of sponsorship (LoS) dan letter of guarantee (LoG);
c. Mendorong Kemendiktisaintek dan Puspresnas berkomitmen untuk melanjutkan program beasiswa pendidikan tinggi di luar negeri kepada anak-anak calon penerima beasiswa tersebut, dan terus memperjuangkan harapan peserta agar program BIM berjalan sesuai sosialisasi, dan tidak serta merta memberhentikan program tersebut secara sepihak.