Penularan Mpox kembali ditetapkan sebagai kedaruratan kesehatan global oleh WHO

 Penularan Mpox atau cacar monyet kembali ditetapkan sebagai kedaruratan kesehatan global oleh World Health Organization (WHO). Diketahui, penyakit tersebut kini telah menyebar hampir ke seluruh wilayah Afrika Tengah dan Timur. Di Indonesia sendiri, kasus konfirmasi Mpox terdapat 88 kasus konfirmasi Mpox per Sabtu (17/8/2024), DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi secara dini dan melaporkan setiap kasus Mpox, termasuk mempercepat proses pelaporan dari daerah ke pusat, serta berkoordinasi dengan para peneliti untuk meningkatkan kapasitas laboratorium di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan diagnosa cepat dan akurat;

b. Mendorong Kemenkes meningkatkan sosialisasi, edukasi, dan kesadaran masyarakat mengenai gejala, cara penularan, dan pencegahan Mpox melalui berbagai media, termasuk media social, siar, dan massa;

c. Meminta pemerintah memastikan ketersediaan dan distribusi sumber daya medis yang cukup di fasilitas kesehatan (faskes), termasuk alat pelindung diri (APD), obat-obatan, dan peralatan isolasi, khususnya di daerah dengan tingkat penularan Mpox yang tinggi;

d. Meminta Kemenkes berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran tambahan untuk meningkatkan sarana dan prasarana di faskes dalam upaya penanganan kasus Mpox, terutama untuk daerah terpencil dan minim fasilitas, juga untuk pengadaan dan distribusi vaksin Mpox bagi kelompok berisiko tinggi, serta memastikan ketersediaan terapi yang memadai untuk pasien yang terinfeksi;

e. Mendorong pemerintah memperketat pengawasan di pintu masuk internasional seperti bandara dan pelabuhan untuk mendeteksi dan mencegah masuknya kasus baru dari luar negeri;

f. Mendorong Kemenkes dan para peneliti berkoordinasi dengan WHO dalam melakukan penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik virus Mpox, termasuk mutasi dan pola penularannya, untuk mendukung pengembangan strategi penanggulangan yang lebih efektif.