pemanfaatan energi panas bumi dengan sumber daya sebesar 23.531 megawatt (MW) di Indonesia masih belum optimal

 Saat ini pemanfaatan energi panas bumi sebagai salah satu satu sumber energi baru terbarukan yang memiliki jumlah sumber daya sebesar 23.531 megawatt (MW) di Indonesia masih belum dilaksanakan secara optimal. Diketahui, baru sebesar 2.597 MW atau baru sekitar 11% energi panas bumi dari total sumber daya yang dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi listrik, DPR perlu:

a. Meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyusun dan mengimplementasikan kebijakan yang mendorong percepatan pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi;

b. Meminta Kementerian ESDM untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara yang memiliki teknologi maju dalam pengelolaan energi panas bumi;

c. Mendorong Kementerian ESDM untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan teknologi dalam eksplorasi dan eksploitasi energi panas bumi;

d. Meminta Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal  (BKPM) untuk memberikan kemudahan perizinan dan fasilitas bagi investor yang ingin berinvestasi dalam pengembangan energi panas bumi, aktif mempromosikan peluang investasi energi panas bumi kepada investor domestik dan asing;

e. Meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendorong BUMN, seperti PT Pertamina Geothermal Energy dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), untuk aktif dalam pengembangan proyek energi panas bumi, serta memfasilitasi kerjasama antara BUMN dan perusahaan swasta dalam proyek-proyek panas bumi;

f. Meminta PT PLN untuk mempercepat pengembangan infrastruktur jaringan listrik yang terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga panas bumi, serta memastikan kebijakan pembelian listrik dari sumber energi panas bumi dengan harga yang kompetitif dan menarik bagi investor;

g. Meminta Badan Geologi Kementerian ESDM untuk melakukan survei dan eksplorasi lebih lanjut guna mengidentifikasi potensi panas bumi di berbagai wilayah Indonesia yang belum dimanfaatkan, serta memetakan sumber daya panas bumi secara detail dan menyediakan data yang dapat diakses oleh investor dan pengembang proyek.