Adanya pemberitaan yang beredar di media sosial terkait vaksin polio Novel Oral Poliomyelitis Vaccine Type 2 (nOPV2) yang disebut membahayakan masyarakat

 Adanya pemberitaan yang beredar di media sosial terkait dokumen rahasia badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal vaksin polio Novel Oral Poliomyelitis Vaccine Type 2 (nOPV2) yang disebut membahayakan masyarakat, DPR perlu:

a. Mendorong BPOM untuk menginformasikan secara masif kepada masyarakat mengenai bukti yang harus disampaikan bahwa dokumen tersebut tidak benar atau tidak valid, sehingga masyarakat bisa mempercayai hal tersebut dan tidak perlu khawatir;

b. Mendorong BPOM berkoordinasi dengan Anggota Komisi Nasional (Komnas) Penilai Obat untuk mengevaluasi dan mengkaji kembali mutu dari kualitas vaksin nOPV2 tersebut guna memastikan bahwa vaksin Nopv2 memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu, serta memenuhi standar prequalification (PQ) yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), termasuk dalam memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB);

c. Mendorong BPOM, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI) terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia dan menindaklanjuti setiap isu Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), sehingga tiap vaksin yang diberikan kepada masyarakat, termasuk vaksin kepada anak-anak, dapat bermanfaat dan aman untuk kesehatan;

d. Mendorong Pemerintah mengusut dan menginvestigasi terkait penyebaran data yang tidak benar tersebut, dan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan dalam Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE), kepada pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran, sebab hal tersebut berdampak buruk dan merugikan masyarakat;

e. Mendorong Kemenkes memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat vaksin polio, dan menginformasikan agar tidak mudah percaya dengan pemberitaan hoaks terkait vaksin polio, serta terus mendorong masyarakat agar segera memberikan anak-anak mereka vaksin polio, dan jika perlu melakukan upaya ‘menjemput bola’ agar target dari vaksin polio bisa tercapai, mengingat pentingnya vaksin tersebut untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas dan sehat di masa depan.