Produk perikanan Indonesia dinilai masih tertinggal dalam upaya mengisi rantai pasok global
Permintaan ikan di pasar global diprediksi bakal melonjak. Namun, produk perikanan Indonesia dinilai masih tertinggal dalam upaya mengisi rantai pasok global. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kinerja ekspor Semester I-2024 sebesar 2,71 miliar USD capaian tersebut hampir sama atau stagnan dibandingkan dengan Semester I-2023, yang sebesar 2,69 miliar USD, DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah, bekerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN), pelaku industri perikanan dan pemangku kepentingan terkait untuk melakukan upaya terobosan daya saing produk seperti strategi promosi, meingkatkan standar mutu ekspor, perbaikan dan optimalisasi tata kelola sumber daya perikanan serta regulasi terkait penangkapan ikan terukur dan berorientasi ekspor guna meningkatkan kinerja ekspor perikanan Indonesia;
b. Mendorong Pemerintah untuk membuka peluang diversifikasi pasar dan melakukan pendekatan melalui diplomasi bilateral khususnya di sektor ekonomi dan perdagangan terhadap negara-negara baru yang berpotensi menjadi tujuan ekspor perikanan Indonesia;
c. Mendorong Pemerintah untuk melakukan optimalisasi utilisasi berbagai perjanjian perdagangan bilateral dan regional yang dimiliki Indonesia guna meningkatkan nilai ekspor produk perikanan Indonesia;
d. Mendorong Pemerintah bekerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia, pelaku usaha serta pemangku kepentingan terkait untuk terus memprioritaskan peningkatan produksi perikanan baik tangkap maupun budidaya khususnya pada sejumlah komoditas ekspor yang banyak diminati pasar luar negeri.