Investasi bahan baku industri makanan dan minuman (mamin) masih minim

Investasi bahan baku industri makanan dan minuman (mamin) masih minim di tengah ketergantungan impor yang besar. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S. Lukman mengatakan bahwa industri mamin Indonesia saat ini masih banyak bergantung pada impor bahan baku, di antaranya seperti terigu yang harus impor 100%, gula 100%, garam 70%, kedelai 70%, dan susu 80%, DPR perlu:

a. Meminta Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat program pengembangan pertanian lokal, khususnya dalam produksi bahan baku seperti gandum, gula, kedelai, dan susu;

b. Mendorong Kementan untuk memberikan dukungan kepada petani dalam bentuk subsidi, pelatihan, dan teknologi untuk meningkatkan produksi dan kualitas bahan baku produk lokal;

c. Meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengembangkan program diversifikasi sumber bahan baku lokal untuk industri mamin, mendukung penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi bahan baku lokal;

d. Meminta Kemenperin dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatur impor bahan baku mamin secara lebih ketat, mendukung kebijakan yang memprioritaskan penggunaan bahan baku lokal, serta memberikan insentif bagi investasi dalam pengembangan bahan baku lokal, seperti tax holiday atau pengurangan pajak;

e. Mendorong Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) untuk mengembangkan kemitraan antara petani lokal dan industri mamin besar guna menciptakan rantai pasokan yang lebih kuat;

f. Meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pertanian dan pangan berkolaborasi dengan Sektor Swasta meningkatkan investasi dalam produksi bahan baku lokal, dan distribusi bahan baku lokal;

g. Mendorong Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan industri mamin dalam penerapan teknologi yang dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku, meningkatkan penelitian dan pengembangan dalam bidang pertanian dan produksi bahan baku lokal;

h. Meminta asosiasi industri mamin untuk membangun kerjasama yang lebih erat dengan petani dan produsen bahan baku lokal, mempromosikan produk yang menggunakan bahan baku lokal kepada konsumen dalam negeri dan internasional.