Penyelenggaraan SNPMB 2024

 Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), menyebut daya tampung pada Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2024 sebanyak 272.248. Tercatat saat ini, 231.104 dinyatakan lulus seleksi. Dari jumlah tersebut, masih ada sisa kuota SNBT sebanyak 41.144 kursi yang tidak terisi, DPR perlu:

a. Meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru, termasuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yakni yang mencakup aspek teknis, seperti kriteria seleksi dengan fokus pada identifikasi penyebab utama 41.144 kursi tersebut tidak terisi;

b. Meminta Kemendikbudristek untuk meninjau ulang dan, jika perlu, menyesuaikan kriteria dan persyaratan penerimaan mahasiswa melalui UTBK-SNBT, agar lebih inklusif dan sesuai dengan realitas pendidikan di Indonesia;

c. Mendorong Kemendikbudristek meningkatkan transparansi dan akurasi informasi mengenai program studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), prospek kerja, dan kualitas pendidikan yang diberikan, agar bisa lebih jelas dan mudah diakses guna membantu calon mahasiswa membuat keputusan yang lebih baik;

d. Mendorong Kemendikbudristek untuk meningkatkan sosialisasi mengenai proses penerimaan mahasiswa baru dan memberikan pendampingan kepada calon mahasiswa dari daerah terpencil atau yang kurang terinformasi;

e. Meminta Kemendikbudristek memperkuat kemitraan dengan industri dalam pengembangan kurikulum dan penyerapan lulusan, serta memastikan bahwa lulusan PTN memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri;

f. Mendorong Pemerintah untuk mempertimbangkan berbagai opsi pemanfaatan kuota yang tidak terisi, seperti memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang tidak lulus seleksi utama untuk mengikuti seleksi tambahan atau memindahkan kuota ke jalur penerimaan lainnya seperti seleksi mandiri;

g. Meminta Pemerintah untuk meninjau ulang alokasi kuota PTN, memastikan bahwa kuota yang diberikan sesuai dengan kapasitas dan kualitas dari masing-masing PTN;

h. Mendorong Pemerintah untuk meningkatkan program beasiswa dan dukungan finansial bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu;

i. Meminta Pemerintah untuk fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di PTN, termasuk penyediaan fasilitas yang memadai, peningkatan kualitas dosen, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja;

j. Mendorong Pemerintah untuk mengembangkan program pendidikan vokasi yang lebih luas di PTN, dengan fokus pada keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, mengingat pendidikan vokasi dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang lebih tertarik pada keterampilan teknis daripada akademis.