Fenomena El Nino jadi penyebab pertumbuhan PDB sektor pertanian alami penurunan pada triwulan I-2024
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan tahunan produk domestik bruto (PDB) berdasarkan lapangan usaha di sektor pertanian tanaman pangan pada triwulan I-2024 terkontraksi sangat dalam, yakni -24,75 persen secara tahunan. Faktor penyebab utama dari hal tersebut adalah Fenomena El Nino. Pertanian tanaman pangan tersebut, antara lain, padi, jagung, dan kedelai, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola pertanian tanaman pangan serta menuntaskan masalah yang menjadi hambatan utama peningkatan produksi tanaman pangan di Indonesia diantaranya kenaikan harga pupuk yang secara signifikan memicu kenaikan biaya produksi tanaman pangan yang menyebabkan petani terus merugi dan tidak mampu menggenjot produksi;
b. Meminta Kementan mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan dalam negeri, mengingat rendahnya pertumbuhan produksi tanaman pangan di Indonesia saat ini menyebabkan tidak lagi mampu mengejar laju pertambahan penduduk, penurunan produksi yang terus terjadi berpotensi menyebabkan Indonesia harus bergantung pada impor tanaman pangan ditengah krisis dan naiknya harga pangan setiap tahunnya yang pastinya berpengaruh pada ketersediaan dan harga pangan nasional;
c. Mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkoordinasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan pendampingan pada petani terkait penyesuaian waktu tanam, jenis tanaman yang tepat dan waktu tanam, kapan harus menunda tanam, waktu memanen, pengelolaan air, mitigasi gagal panen, dan lain sebagainya, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya krisis pangan akibat dampak perubahan iklim;
d. Mendorong pemerintah segera mempersiapkan langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi dampak fenomena seperti el nino, serta menurunkan emisi gas rumah kaca, untuk menekan dan meminimalisir dampak dari terjadinya perubahan iklim, khususnya di sektor pertanian dan pangan, seperti krisis pangan;
e. Mendorong Kementan untuk mengoptimalkan pengawasan dan melakukan evaluasi terhadap jalannya sejumlah kebijakan dalam upaya menggenjot produksi komoditas pangan dalam negeri seperti pemberian bibit unggul kepada petani dan distribusi pupuk bersubsidi yang saat ini berjalan.