Hari Buku Internasional
Hari Buku diperingati pada tangga 23 April setiap tahunnya. DPR perlu:
a. Menguncapkan selamat memperingati hari buku Internasional kepada seluruh masyarkat Indonesia dan menjadikan momentum ini sebagai bentuk meningkatkan minat membaca buku dan literasi membaca masyarkat Indonesia, mengingat berdasarkan data UNESCO menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,001 persen atau satu dari 1.000 orang yang gemar membaca sedangkan secara kuantitas Indonesia menempati urutan ke-dua dengan jumlah perpustakaan terbanyak di dunia;
b. Mendorong Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengoptimalkan program layanan dan kegiatan inovasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kegemaran membaca dan meningkatkan penyebaran jumlah buku dan perpustakaan berstandar nasional di beberapa daerah khususnya daerah 3T mengingat berdasarkan data Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (LL Dikti wilayah XIV) Papua mencatat terdapat 11 persen partisipasi anak Papua mengenyam pendidikan tinggi (PT), sementara 89 persen belum menempuh pendidikan di perguruan tinggi;
c. Mendorong pemerintah memasifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membaca buku sejak dini sebab buku merupakan gudang ilmu dan jendela dunia sehingga dapat memberikan wawasan dan pemahaman baru dan menghidarkan kita sifat kebodohan;
d. Mendorong pemerintah menyusun maupun mengoptimalkan program-program maupun kebijakan yang sudah ada dalam upaya peningkatkan minat dan literasi membaca masyarakat Indonesia serta guna mewujudkan target Indonesia Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing melalui pembangunan karakter yang mencakup revolusi mental, pembinaan ideologi Pancasila, pemajuan dan pelestarian kebudayaan, moderasi beragama, serta peningkatan budaya literasi, inovasi, dan kreativitas;
e. Menyampaikan bahwa DPR dan pemerintah akan terus berkomitmen dalam meningkatkan minat dan literasi membaca masyarkat Indonesia dengan mempersiapkan infrastruktur dan fasilitas yang dibutuhkan dalam proses meningkatkan literasi membaca peserta didik di Tanah Air.