BMKG tetapkan status siaga dan waspada pada 13 daerah adanya cuaca ekstrem
Wilayah-wilayah di Indonesia kemungkinan akan mengalami cuaca ekstrem dalam waktu dekat, termasuk hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga dan waspada untuk 13 daerah di Indonesia yang meliputi Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua Barat dan Papua, DPR perlu:
a. Meminta Pemerintah untuk mengaktifkan sistem peringatan dini secara lebih intensif di wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem, termasuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu;
b. Mendorong Pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas sistem peringatan dini yang ada, serta mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki atau diperkuat dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap cuaca ekstrem di masa depan;
c. Mendorong Pemerintah untuk mempersiapkan langkah-langkah evakuasi dan tanggap darurat di wilayah-wilayah yang berpotensi terkena dampak cuaca ekstrem, serta mengidentifikasi lokasi-lokasi aman sebagai tempat penampungan sementara bagi warga yang terdampak, serta mempersiapakan penyediaan bantuan logistik dan medis yang cukup;
d. Mendorong Pemerintah untuk memperkuat infrastruktur di wilayah-wilayah yang rentan terhadap cuaca ekstrem, seperti memperbaiki sistem drainase, memperkuat bangunan-bangunan, dan memperbaiki jaringan listrik dan telekomunikasi untuk mengurangi risiko kerusakan akibat angin kencang dan banjir;
e. Mendorong Pemerintah meningkatkan koordinasi antara BMKG, BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya dalam menanggapi cuaca ekstrem, serta memastikan respons yang cepat dan efektif dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi;
f. Mendorong Pemerintah melakukan kampanye kesadaran masyarakat tentang bahaya cuaca ekstrem dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko, termasuk edukasi tentang evakuasi darurat, persiapan bencana, dan cara aman saat berada di luar rumah saat cuaca buruk;
g. Mendorong Pemerintah untuk menyediakan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi wilayah-wilayah yang terdampak cuaca ekstrem, termasuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak dan memberikan bantuan pemulihan kepada masyarakat yang terkena dampak.