BMKG deteksi 119 titip panas di pulau sumatra dan 51 di pulau riau
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 119 titik panas di Pulau Sumatra dengan Provinsi Riau menjadi lokasi terbanyak yakni 51 titik panas. Banyaknya titik panas tersebut membuat pulau Sumatra perlu menetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Daerah (Pemda), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan melibatkan Polisi Hutan serta TNI, untuk melakukan pemadaman di titik-titik yang terjadi karhutla guna menghindari wilayah yang terdampak kebakaran semakin meluas;
b. Mendorong Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan modifikasi cuaca dengan menciptakan hujan buatan dalam operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mempercepat proses pemadaman lahan;
c. Mendorong KLHK bersama Pemda dan BPBD untuk lebih meningkatkan dan mengintensifkan pengendalian dan pencegahan karhutla, dengan meningkatkan patroli untuk mengawasi adanya titik api, sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat, menggerakkan posko-posko pengendalian karhutla, mengkoordinir potensi daerah, serta meningkatkan koordinasi antar pihak terkait;
d. Mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk selalu menginformasikan keadaan dan kondisi cuaca, terutama sebaran asap dari titik-titik api di sejumlah wilayah yang terjadi karhutla;
e. Mendorong Pemerintah untuk melakukan kajian dan merancang upaya-upaya guna meminimalisasi atau mencegah terjadinya karhutla di masa mendatang, dan berfokus kepada pemulihan fungsi hutan, serta memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang dengan sengaja merusak fungsi hutan;
f. Mengimbau kepada masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran asap yang meluas, dan tidak melakukan tindakan yang memperburuk bencana karhutla yakni membuka lahan dengan cara membakar mengingat cuaca saat di sebagian wilayah Pulau Sumatra ini rentan kebakaran bila terpicu percikan api.