Kinerja ekspor sawit nasional tahun 2024 berpotensi turun tipis

 Kinerja ekspor sawit nasional tahun 2024 berpotensi turun tipis dibandingkan tahun lalu, sebab dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dari negara pengimpor, harga minyak nabati, peningkatan konsumsi dalam negeri baik untuk pangan, biodiesel, dan oleochemical, dan lainnya, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah untuk mengevaluasi hal tersebut secara komprehensif, mengingat peningkatan konsumsi dalam negeri merupakan satu hal yang baik, namun turunnya permintaan ekspor menunjukkan beratnya tantangan yang harus dihadapi industri sawit Indonesia;

b. Mendorong pemerintah berkomitmen untuk terlebih dahulu memprioritaskan kebutuhan minyak sawit dalam negeri yang saat ini mengalami peningkatan, dan menyusun proyeksi kebutuhan minyak sawit dalam negeri selama beberapa waktu ke depan, agar produksi minyak sawit dapat dipastikan tersedia sesuai kebutuhan;

c. Mendorong pemerintah memperhatikan faktor-faktor global yang berpengaruh dalam volume ekspor sawit, seperti perekonomian negara pengimpor, suasana geopolitik global, hingga distribusi sejumlah komoditas strategis di pasar global, sehingga dapat ditentukan alternatif cara lainnya agar ekspor sawit dapat terus berjalan dan tidak terus menurun;

d. Mendorong pemerintah mempersiapkan secara maksimal dalam menyambut penerapan Undang-Undang Anti Deforestasi Uni Eropa pada Januari 2025, yang mengharuskan produk yang masuk ke pasar Uni Eropa berasal dari sumber legal dan bebas deforestasi, sehingga diharapkan nantinya regulasi tersebut tidak menghambat ekspor sawit Indonesia ke negara-negara Uni Eropa.