Ombudsman Temukan Malaadministrasi Dalam Prosedur Penyaluran Bansos Program Keluarga Harapan
Ombudsman Republik Indonesia menemukan tindakan
malaadministrasi dalam prosedur penyaluran bantuan sosial (bansos) Program
Keluarga Harapan (PKH) oleh pemerintah, DPR perlu:
a. Mendorong
Ombudsman RI berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kepolisian
untuk mengevaluasi secara mendalam dan mengusut tuntas temuan tindakan
malaadministrasi prosedur bansos PKH tersebut, mengingat diketahui proses
malaadministrasi terjadi pada proses verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan
Sosial (DTKS) karena tidak ada musyawarah desa atau kelurahan pada tahapan awal
pengusulan data penerima;
b. Mendorong
Kepolisian menindak tegas apabila ada oknum yang terbukti terlibat dalam
malaadministrasi bansos PKH tersebut, mengingat verifikasi data yang dilakukan
terkait penyaluran bansos PKH tidak sesuai dengan ketentuan umum dalam
Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Data Terpadu
Kesejahteraan Sosial (DTKS);
c. Mendorong
Kemensos segera menangani hal tersebut secara cepat, sehingga penyaluran bansos
PKH kepada masyarakat tidak terganggu dan terhambat akibat adanya
malaadministrasi tersebut;
d. Mendorong
Kemensos berkomitmen untuk mengedepankan transparansi dan mengutamakan
integritas dalam melakukan seluruh prosedur dan tahapan bansos PKH, sehingga ke
depannya diharapkan tidak ada lagi tindakan malaadministrasi yang terjadi pada
prosedur penyaluran bansos PKH;
e. Mendorong
Kemensos melakukan verifikasi data penerima secara berkala, mengingat hal
tersebut dilakukan untuk memastikan proses usulan data telah dilakukan sesuai
dengan prosedur dan memastikan data yang telah dikumpulkan diperbaiki sesuai
dengan fakta riil di lapangan;
f.
Mendorong Ombudsman RI bersama Kemensos meningkatkan pengawasan terhadap
prosedur penyaluran bansos PKH, serta menutup berbagai celah kecurangan dan
penyelewengan, sehingga meminimalisir terjadinya kembali malaadministrasi
bansos PKH yang merugikan masyarakat.
Peningkatan
Jumlah Kasus DBD Disebabkan Fenomena El-Nino