Perubahan Iklim Menjadi Ancaman Global
Perubahan iklim menjadi salah satu ancaman global dan dampaknya sudah dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Food and Agriculture Organization (FAO), menyampaikan jika kenaikan suhu global mencapai 3,5 derajat celsius, maka akan terjadi krisis pangan global, DPR perlu:
a. Mendorong pemerintah berkomitmen mempersiapkan langkah antisipasi guna mengatasi dan menanggulangi terjadinya perubahan iklim dengan tetap mengedepankan faktor kemanusiaan, seperti dilakukannya transisi energi;
b. Mendorong pemerintah mengedukasi masyarakat terkait isu perubahan iklim dan dampaknya dalam kehidupan, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan, serta meningkatkan literasi iklim di kalangan petani, seperti melalui program Sekolah Lapang Iklim, sehingga para petani memiliki kemampuan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di wilayahnya;
c. Mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berkoordinasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan pendampingan pada petani terkait penyesuaian waktu tanam, jenis tanaman yang tepat dan waktu tanam, kapan harus menunda tanam, waktu memanen, pengelolaan air, mitigasi gagal panen, dan lain sebagainya, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya krisis pangan akibat dampak perubahan iklim;
d. Mendorong pemerintah segera mempersiapkan langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi, serta menurunkan emisi gas rumah kaca, untuk menekan dan meminimalisir dampak dari terjadinya perubahan iklim, khususnya di sektor pertanian dan pangan, seperti krisis pangan;
e. Mendorong pemerintah memetakan wilayah-wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti wilayah Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, mengingat saat ini, dampak dari perubahan iklim yakni kenaikan suhu, sudah memperparah kekeringan ekstrem yang sedang melanda Indonesia sehingga berdampak pada sulitnya mengakses air bersih dan menurunnya produktivitas pertanian, sehingga dapat dipersiapkan kebijakan dan strategi yang tepat untuk mencegah terjadinya krisis pangan;
f. Mendorong pemerintah meningkatkan produksi hasil pangan dalam negeri, sehingga stok untuk kebutuhan pangan masyarakat saat ini hingga jangka panjang dapat terjamin untuk dipenuhi, mengingat kemandirian dan ketahanan pangan merupakan salah satu kunci untuk menekan dampak dari terjadinya krisis pangan global.