Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Alami Pelemahan Tren Sejak Mei 2023
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tren pelemahan sejak Mei 2023 masih berlanjut. Pada perdagangan Senin (16/10) rupiah terkoreksi 0,16% ke level Rp 15.738 per USD, DPR perlu:
a. Mendorong pemerintah waspada terhadap dampak pelemahan kurs rupiah apabila nilainya anjlok jauh dari angka perkiraan yang telah ditetapkan pada APBN 2023 dan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, dampak dari ketatnya kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) serta konflik Israel dan Palestina yang masih memanas;
b. Meminta pemerintah mendorong seluruh kementerian dan lembaga membelanjakan anggarannya untuk membeli produk lokal guna mengurangi nilai impor yang berpengaruh pada peningkatan biaya serta mendukung penggunaan produk lokal;
c. Mendorong pemerintah merealisasikan aturan pengetatan barang impor serta memastikan importir mematuhi aturan yang berlaku, baik pada e-commerce maupun pasar konvensional;
d. Mendorong pemerintah terus melanjutkan program hilirisasi dan peningkatan kualitas sejumlah komoditas ekspor, sehingga barang yang diekspor memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar internasional;
e. Mendorong pemerintah berhati-hati pada dampak pelemahan kurs rupiah terhadap penambahan beban bunga utang dan meminta peemerintah memperhitungkan secara cermat sebelum mengambil utang baru, serta memastikan utang yang diambil digunakan untuk menjalankan proyek prioritas yang memberikan efek domino pada peningkatkan kurs rupiah dan perekonomian masyarakat;
f. Mendorong pemerintah memberi perhatian kepada dampak pelemahan kurs rupiah terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, khususnya pada proyek yang mayoritas menggunakan bahan dan alat impor, sebab akan membuat biaya proyek membengkak. Pemerintah diminta mengantisipasi kekurangan biaya yang akhirnya membuat proyek mangkrak;
g. Mengimbau masyarakat untuk turut berkontribusi dalam penguatan kurs rupiah dan perekonomian nasional melalui gerakan gemar belanja produk lokal.