Penurunan Produksi dan Stok Beras Akibat penanaman pada Musim Tanam (MT) III

 Penurunan produksi dan stok beras karena penanaman pada Musim Tanam (MT) III yang berlangsung pada bulan Juli - September 2023 diprediksi akan mengalami gagal panen menyusul kekeringan dampak El Nino dan cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog sebesar 1,52 juta ton yang menipis untuk program bantuan pangan dan pengendalian harga beras per September 2023, dinilai dapat mempengaruhi ketahanan pangan nasional pada 2024 jika tidak segera diantisipasi, DPR perlu:

a. Mendorong Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk berupaya mengoptimalkan produksi beras di tingkat petani pada MT I yang diperkirakan berlangsung pada Oktober-Desember 2023 untuk menambah cadangan beras pemerintah dan ketahanan pangan nasional;

b. Mendorong Pemerintah melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sumber air irigasi di seluruh daerah terdampak musim kemarau yang diprediksi masih akan terus berlangsung hingga November 2023 dengan memastikan pembagiannya rata dan memastikan tidak terjadi rebutan antar petani dan sabotase air yang dilakukan oknum petani;

c. Mendorong Pemerintah melakukan sosialisasi terhadap petani dengan sumber air yang tidak mencukupi agar tidak memaksakan menanam padi, mengingat jika dipaksakan maka lahan justru akan mengalami gagal panen dan menyebabkan kerugian serta mengupayakan pemberian bantuan sosial (bansos) untuk menopang perekonomian mereka yang terdampak kekeringan dan tidak bisa melakukan penanaman;

d. Mendorong Pemerintah untuk melakukan inovasi dan memberikan dukungan bagi petani agar tetap sejahtera dengan melakukan sejumlah alternatif pemanfaatan lahan pertanian selama tidak ditanami padi agar para petani tetap tidak harus mengalami kerugian yang mengganggu perekonomiannya selama musim kemarau panjang;

e. Mendorong Pemerintah memastikan sisa kuota impor beras sebanyak 400.000 ton yang mulai didatangkan secara bertahap dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai CBP pada tahun 2024 agar program bantuan pangan dan pengendalian harga beras tetap dapat berjalan.