Pemberian Insentif Konversi Sepeda Motor Listrik Belum Mampu Menarik Minat Masyarakat

 Pemberian insentif Rp7 juta per orang untuk mengonversi sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM) ke listrik belum menarik minat masyarakat. Dari target 50.000 pelaksanaan konversi pada 2023, jumlah peminat yang mendaftar baru 5.628 peserta atau 11,2 persen, DPR perlu:

a. Mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan penelitian dan survei pasar untuk mengetahui penyebab kurangnya minat masyarakat untuk membeli atau melakukan konversi kendaraan listrik meski sudah disubsidi, untuk selanjutnya melakukan kajian strategi untuk mengatasi masalah tersebut;

b. Mendorong Kementerian ESDM melakukan pendataan dan perhitungan kebutuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) hingga pengadaan gerai mini pengisian kendaraan listrik atau penukaran baterai yang berperan seperti Pertamini atau penjual bensin eceran di seluruh daerah, guna mempercepat pemerataan ekosistem kendaraan listrik, sehingga mempermudah masyarakat dalam mengisi ulang bahan bakar listrik.

c. Mendorong pemerintah bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menyediakan bengkel motor listrik di berbagai daerah sebagai fasilitas pendukung dan menangani apabila motor listrik bermasalah;

d. Mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan persediaan sparepart motor listrik dapat terjangkau secara lokasi, jumlah, dan harganya, sehingga masyarakat menjadi mudah mendapatkan sparepart;

e. Mendorong pemerintah menggencarkan sosialisasi terkait program subsidi motor listrik serta kelebihan dari penggunaan motor listrik guna menarik minat masyarakat menggunakan motor listrik;

f. Mendorong pemerintah melakukan reformasi transportasi umum, terutama dengan memperbanyak armada transportasi umum berbahan bakar listrik yang merata dan terintegrasi di seluruh daerah, khususnya di daerah Jabodetabek yang mobilitas harian masyarakatnya sangat tinggi guna menarik minat masyarakat yang masih menggunakan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil untuk turut beralih menggunakan kendaraan umum listrik, sehingga emisi karbon dapat ditekan dan kemacetan dapat teratasi.