Krisis Air Disejumlah Daerah
Sejumlah daerah mengalami krisis air bersih, dari mulai Bekasi di Jawa Barat, Makasar di Sulawesi Selatan, Banjarnegara di Jawa Tengah, dan beberapa wilayah lainnya, DPR perlu:
a. Mendorong Pemerintah Pusat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memetakan faktor-faktor penyebab terjadinya krisis air bersih di sejumlah wilayah tersebut, serta memastikan apabila krisis air bersih terjadi akibat ulah pihak-pihak tertentu, agar pelaku dapat diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku;
b. Mendorong Pemerintah Pusat dan Pemda segera menyusun langkah penanganan, strategi, dan upaya-upaya yang bisa mengatasi krisis air bersih yang tengah terjadi saat ini;
c. Mendorong Pemerintah Pusat, Pemda bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera melakukan upaya preventif untuk mencegah meluasnya dampak dari kekeringan dan krisis air bersih, khususnya ketika musim kemarau;
d. Mendorong BPBD berkoordinasi dengan Pemda agar secara rutin terus menyuplai air bersih dan menambah pasokan air minum ke wilayah-wilayah yang saat ini tengah mengalami krisis air bersih, khususnya untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK), hingga konsumsi;
e. Mendorong Pemerintah Pusat, Pemda, bersama BPBD untuk menyusun upaya jangka panjang guna menekan atau meminimalisir terjadinya krisis air bersih di sejumlah wilayah, khususnya wilayah yang rawan krisis air bersih, seperti dilakukannya pengaturan mekanisme penyaluran air, program penampungan air, pembudayaan hidup hemat air kepada masyarakat, membuat wadah penampung hujan, melakukan konservasi lingkungan di sekitar mata air, dan sebagainya, mengingat krisis air bersih dapat berdampak pada kesehatan masyarakat hingga stok kebutuhan pangan akibat lahan pertanian mengalami kekeringan sebab tidak mendapatkan asupan air yang cukup;
f. Mendorong Pemerintah berupaya menyediakan pasokan cadangan pangan di daerah-daerah yang memiliki risiko krisis air bersih cukup tinggi, mengingat krisis air bersih adalah awal dari timbulnya krisis-krisis lain dengan efek yang langsung dirasakan oleh masyarakat seperti gagal panen yang berujung pada ancaman kelaparan.