Indonesia dan Singapura Mengadakan MoU Untuk Interkoneksi Listrik Lintas Batas Antar Negara dan Energi Rendah Karbon
Pemerintah Indonesia bersama dengan Pemerintah Singapura telah menandatangani perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) untuk interkoneksi listrik lintas batas antar negara dan energi rendah karbon. Meski dinilai menguntungkan, namun mekanisme kompetisi pasar listrik yang dinamakan Wholesale Electricity Market Operator yang diterapkan Singapura dinilai memiliki sejumlah resiko yang perlu dimitigasi dan antisipasi pemerintah, DPR Perlu:
a. Mendorong pemerintah untuk memastikan ekspor listrik dilakukan melalui jaringan listrik milik PT PLN (Persero) mengingat mekanisme pasar listrik kompetisi atau Wholesale Electricity Market Singapura membiarkan perusahaan pengembang pembangkit listrik berkompetisi untuk masuk ke jaringan interkoneksi, termasuk langsung ke konsumen sehingga Indonesia tidak memiliki kendali apabila terjadi kekurangan listrik dalam negeri yang seharusnya alokasi untuk ekspor digunakan terlebih dahulu dalam negeri;
b. Mendorong pemerintah untuk memastikan komitmen Singapura dalam perjanjian interkoneksi listrik lintas batas antar negara dan energi rendah karbon agar antar negara mendapatkan manfaat yang sama khususnya dalam ketersediaan pasokan energi, sehingga tidak hanya ekspor namun perlu adanya kesepakatan impor listrik ke Indonesia apabila terjadi kekurangan pasokan listrik, khususnya di kawasan Kepulauan Riau;
c. Mendorong pemerintah memastikan perjanjian interkoneksi listrik lintas batas antar negara dan energi rendah karbon menjadi momentum percepatan pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) dalam upaya memenuhi target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025;
d. Mendorong pemerintah menyusun strategi dan mengembangkan teknologi untuk mengoptimalkan sumber energi baru terbarukan (EBT) yang ramah bagi lingkungan, dan dinilai potensial dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional mengingat Indonesia memiliki potensi EBT yaitu mencapai 417,8 Giga Watt (GW).