Realisasi Belanja Pemerintah Dalam Periode Semester I-2023 Kurang Optimal
Realisasi belanja pemerintah dalam periode Semester I-2023 kurang optimal, sementara diketahui kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam periode yang sama selama mencatat surplus Rp 152,3 triliun, DPR perlu:
a. Mengevaluasi dan memetakan faktor penyebab belum optimalnya penyerapan belanja pada Kementerian/Lembaga (K/L) dari tahun ke tahun dan mendorong pemerintah untuk mengimbau pimpinan K/L berkomitmen melakukan inovasi perbaikan dalam optimalisasi realisasi belanja negara;
b. Mendorong pemerintah mengoptimalkan belanja modal dan pembangunan infrastruktur prioritas yang dapat menghasilkan efek pengganda (multiplier effect) pada perekonomian serta manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam rangka megentaskan kemiskinan dan menyempitkan kesenjangan ekonomi masyarakat;
c. Mendorong pemerintah melakukan akselerasi belanja dan meningkatkan kualitas belanja pusat maupun daerah, sehingga belanja yang dikeluarkan efektif memberikan manfaat bagi masyarakat dan efisien sesuai dengan rencana kinerja;
d. Mendorong pemerintah mengevaluasi belanja subsidi dan memastikan program subsidi diterima tepat sasaran dan tepat guna, mengingat realisasinya hingga pertengahan tahun 2023 baru 32,1 persen, padahal program subsidi sangat diperlukan masyarakat, khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan miskin;
e. Mendorong pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap realisasi belanja K/L agar realisasi sesuai dengan roadmap APBN 2023.