Ancaman Zoonosis di Indonesia

Ancaman zoonosis di Indonesia mengalami peningkatan, seperti rabies dan antraks, yang beberapa diantaranya disebabkan oleh karena rusaknya habitat alami hewan dan makin rapatnya interaksi antara hewan dan manusia, DPR perlu: 

a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan upaya untuk menangani ancaman zoonosis di Indonesia, seperti pes, demam berdarah, malaria, leptospirosis, chikunguya, flu burung, kaki gajah, toksoplasma, skabies, dan cacingan, serta memetakan alur penularan zoonosis yang selama ini terjadi guna dilakukan langkah pencegahan penularan yang tepat;

b. Mendorong pemerintah berupaya mengevaluasi tiga faktor spesifik yang berpengaruh terhadap peningkatan risiko zoonosis di Indonesia, yaitu tingginya pertumbuhan penduduk, urbanisasi yang pesat dan tidak terkendali, serta kerusakan habitat alami yang menjadi rumah bagi beragam satwa liar akibat deforestasi yang diperparah perubahan iklim, guna dilakukan upaya perbaikan sehingga meminimalisir peluang wilayah Indonesia menjadi sumber dan hot spot zoonosis baru;

c. Mendorong pemerintah memperhatikan tren meningkatnya pemeliharaan ternak, baik untuk dikonsumsi maupun dipelihara, dan tren perdagangan satwa liar untuk dikonsumsi yang berpotensi meningkatkan risiko zoonosis, serta memastikan Kesehatan hewan-hewan tersebut diantaranya dengan memberikan pakan yang baik dan vaksin guna mencegah hewan terkena penyakit dan terjadinya persilangan patogen;

d. Mendorong pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) gencar dalam melakukan pendekatan One Health, yaitu penguatan kesehatan pada binatang dan lingkungan, khususnya di wilayah Indonesia yang berada di hot spot (titik panas) dan sangat berisiko menjadi sumber penyakit zoonotik baru maupun penyakit zoonotik lama.