Meroketnya Harga Telur Ayam
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) mengungkap penyebab meroketnya harga telur ayam belakangan ini yaitu karena alur distribusi yang semrawut dan harga pakan yang terus meningkat, DPR perlu:
a. Meminta Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin ketersediaan bahan baku pakan ternak ayam petelur, khususnya yang berasal dari produksi dalam negeri dan mengurangi importasi bahan pakan untuk menekan harga pakan dan biaya produksi peternak;
b. Meminta Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong peningkatan produktivitas peternak telur untuk memenuhi permintaan masyarakat yang meningkat, sehingga harga telur di pasaran yang tinggi saat ini dapat diredam dan sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET);
c. Mendorong Kementan dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengevaluasi alur sistem logistik komoditas pangan dari hulu hingga ke hilir, khususnya logistik telur ayam dan memetakan faktor penghambat sistem logistik tersebut;
d. Mendorong Kemendag segera meningkatkan efisiensi sistem logistik dengan memotong alur distribusi untuk memangkas biaya logistik sehingga harga telur ayam dapat lebih stabil;
e. Mendorong pemerintah memperbaiki infrastruktur dan kesiapan sistem logistik di Indonesia, serta membangun sistem logistik yang saling terintegrasi, sehingga komoditas pangan, khususnya telur ayam dapat sampai ke seluruh daerah dengan biaya logistik yang lebih murah;
f. Mendorong Kemendag, Bapanas, dan Satgas Pangan untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi telur ayam dan mencegah adanya kecurangan yang dilakukan berbagai pihak yang turut menyumbang penyebab kenaikan harga telur;
g. Mendorong Kemendag dan Bapanas bersama Dinas Perdagangan untuk melakukan operasi pasar secara berkala guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran, khususnya telur ayam. (RA)