Flu Babi Terindentifikasi Menyebar di Indonesia
Flu Babi Afrika (African swine fever/ASF) baru saja teridentifikasi menyebar di Indonesia, di antaranya di pulau Bulan, Batam, dan Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), yang telah menyebabkan 14.756 ekor babi ternak mati. Selain dikhawatirkan dapat menular ke manusia, penyebaran penyakit tersebut juga berdampak pada terhentinya sementara ekspor babi hidup ke luar negeri khususnya ke singapura yang berdampak kerugian dengan taksiran miliaran rupiah, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untu segera mengupayakan isolasi wilayah dan meningkatkan vaksinasi pada hewan ternak, guna mencegah penularan virus yang meluas mengingat resiko penularan penyakit ASF yang sangat tinggi dapat menyebabkan kerugian apabila tidak ditangani dengan cepat;
b. Mendorong Kementan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya untuk melakukan sosialisasi dalam menanggulangi penyakit ASF terhadap para peternak yang melakukan kontak erat dengan hewan tertular sebagai langkah pencegahan penularan ASF ke manusia, meskipun sejauh ini tidak ada kecenderungan virus ASF berubah menjadi zoonotik virus atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia, mengingat tetap adanya potensi meskipun sejauh ini tidak ada kecenderungan virus akan berubah menjadi zoonotik virus atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia seperti flu Babi H1N1;
c. Mendorong Kemenkes bersama Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengawasan ketat terhadap produk daging olahan yang mengandung babi, mengingat virus ini cukup mampu bertahan di lingkungan bahkan pada daging olahan, seperti sosis dan bacon sehingga sangat berbahaya apabila dikonsumsi manusia;
d. Mendorong Kementan bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melakukan pengawasan terhadap perdagangan hewan ternak di pasar untuk mencegah adanya oknum pedagang yang nekat menjual hewan ternak sakit AFS, terutama babi. (RR)