FIFA Resmi Membatalkan Status Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dan menggagalkan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-20 berlaga di ajang tersebut akibat polemik keikutsertaan Timnas Israel, DPR perlu:
a. Mengapresiasi upaya pemerintah dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam melobi FIFA agar Indonesia tetap menjadi tuan rumah dan ajang olahraga internasional tersebut tetap berjalan sesuai jadwal;
b. Mendorong PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berkoordinasi dengan FIFA untuk memastikan bahwa hukuman yang akan diterima Indonesia tidak berdampak pada ajang sepak bola berikutnya dan memastikan Indonesia tetap aktif menjadi anggota FIFA, sehingga Timnas Indonesia tetap bisa berlaga pada ajang berikutnya;
c. Mendorong PSSI dan Kemenpora memastikan polemik FIFA tersebut tidak berdampak pada ajang olahraga lain ke depannya, mengingat dalam waktu dekat Indonesia akan menjadi tuan rumah ANOC World Beach Games 2023 di Bali, 5-12 Agustus 2023, serta meminta panitia peyelenggara menjamin keamanan bagi seluruh peserta olimpiade;
d. Mendorong Kemenpora dan Federasi Olahraga Indonesia melakukan kajian dan studi sebelum menyatakan kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah suatu olimpiade internasional untuk memastikan semua pihak menerima dan memastikan keamanan bagi berlangsungnya ajang tersebut agar biaya yang telah dikeluarkan tidak mubazir akibat pembatalan yang terjadi dikemudian hari;
e. Menyampaikan bahwa DPR juga meminta keadilan dan standar yang jelas dari pihak FIFA terkait keikutsertaan suatu negara dalam ajang sepak bola, mengingat sebelumnya FIFA menjatuhkan hukuman pada Rusia karena melakukan invasi ke Ukraina, sementara Israel tidak dijatuhkan hukuman atas penjajahan yang dilakukan terhadap Palestina;
f. Memastikan pemerintah dan PSSI terus melakukan reformasi sepak bola Indonesia dan memastikan FIFA tetap mendampingi Indonesia sebagai komitmen Indonesia menjadikan sepak bola Indonesia menjadi lebih baik;
g. Meminta kepada seluruh pihak, khususnya para pemangku kebijakan agar berhati-hati dalam membuat pernyataan dan keputusan agar tidak membuat kegaduhan, serta memikirkan dampak ke depannya bagi kondisi dalam negeri, keanggotaan Indonesia dalam organisasi internasional, maupun citra Indonesia di dunia internasional;
h. Menyampaikan bahwa Indonesia tetap berkomitmen dalam mewujudkan perdamaian dunia dan mengecam segala bentuk penjajahan maupun penindasan kemanusiaan. (RA)