Aksi Tawuran Selama Bulan Ramadan Meningkat

Selama bulan Ramadan, Polda Metro Jaya mencatat terdapat delapan aksi tawuran atau perang sarung yang terjadi di bulan Ramadan. Maraknya aksi taruwan tersebut disebabkan karena kurangnya saluran kegiatan positif seperti mengadakan sahur on the road, hal tersebut berpotensi menyebabkan adanya aksi tawuran atau perang sarung hingga menyebabkan adanya korban jiwa, DPR perlu:

a. Mendorong Aparat Kepolisian untuk memasifkan pengamanan dan pengawasan selama bulan Ramadan khususnya pada titik-titik yang berpotensi terjadiya tempat kumpul para remaja dan meningkatkan pengawasan secara berkala pada saat malam hari. Hal tesebut bertujuan untuk meminimalkan dan mempersempit terjadinya aksi tawuran atau perang sarung antar remaja;

b. Mendorong Aparat Kepolisian bekerja sama dengan masyarakat khsusnya perangkat desa seperti rukun warga atau rukun tetangga (RW/RT) dan Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibnas) untuk melaporkan jika didaerahnya adanya potensi dugaan terjadinya aksi tawuran antar remaja; 

c. Mendorong Aparat Kepolisian untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya yang ditimbulkan ketika mengikuti aksi tawuran kepada para remaja dengan mengedepankan sikap humanis namun tetap tegas;

d. Mengimbau kepada seluruh orang tua, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengingkatkan kepada anak-anak remaja di lingkungan masing-masing untuk tidak melakukan aksi yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. (YA)