Harga Kedelai Masih Meningkat Sejak Awal 2023

Harga kedelai dunia masih terus naik sejak awal tahun 2023, sehingga membuat harga kedelai impor di dalam negeri tetap tinggi, sementara hingga kini Pemerintah belum memutuskan kelanjutan program subsidi kedelai impor, baik besaran maupun mekanisme penyalurannya, DPR perlu:

a. Mendorong pemerintah agar segera mengatur kelanjutan program subsidi kedelai impor, mengingat hingga kini rencana tersebut belum juga direalisasikan, serta meminta pemerintah untuk melibatkan Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) dalam kelanjutan program subsidi kedelai impor tersebut;

b. Mendorong pemerintah segera merealisasikan subsidi harga kedelai impor agar produsen tahu dan tempe mendapatkan kepastian harga kedelai yang stabil dan terjangkau;

c. Mendorong pemerintah bersama importir menjaga pasokan kedelai tetap mencukupi kebutuhan nasional untuk menghindari kelangkaan dan menyusun strategi preventif untuk mencegah makin melonjaknya harga kedelai akibat harga kedelai dunia yang masih terus mengalami kenaikan;

d. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan produktivitas kedelai lokal atau budidaya kedelai dengan memperluas lahan tanam, memberikan subsidi pupuk dan benih kedelai varietas unggul kepada petani kedelai, serta memerhatikan kesejahteraan petani kedelai, sehingga produksi kedelai lokal ke depannya dapat memenuhi kebutuhan nasional, memiliki daya saing, kualitas yang baik, dan harga yang terjangkau. Diharapkan ke depannya Indonesia dapat meminimalisir ketergantungan terhadap kedelai impor. (LA)