Faktor Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia bukan disebabkan oleh mobilitas masyarakat, tetapi disebabkan oleh merebaknya varian-varian baru Covid-19 subvarian omicron, seperti XBB, XBB.1, dan BQ.1, DPR perlu:

a. Mendorong Kemenkes meningkatkan kewaspadaan terhadap korelasi merebaknya berbagai subvarian baru Omicron dengan potensi meningkatnya mobilitas masyarakat jelang akhir tahun, mengingat perlu dilakukan langkah preventif yang tepat untuk mengatasi melonjaknya kasus Covid-19 pasca libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023;

b. Mendorong Kemenkes untuk menggencarkan kembali upaya tes dan tracing Covid-19 jelang akhir tahun ini, guna menekan penyebaran subvarian Omicron tersebut;

c. Mendorong Kemenkes berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan (faskes) untuk menggencarkan program vaksinasi Covid-19 sehingga target vaksinasi Covid-19 di tahun 2022 bisa tercapai, dan memperkuat sistem kesehatan di Indonesia, khususnya dalam memberikan perawatan kepada pasien Covid-19 dengan gejala berat;

d. Mendorong Kemenkes berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Imigrasi untuk memperketat screening kesehatan bagi pelaku perjalananan luar negeri (PPLN), guna memastikan PPLN dalam keadaan sehat dan tidak membawa virus maupun subvariannya ke Indonesia. Diharapkan terlebih dahulu, Kemenkes dapat memetakan negara-negara yang masih memiliki angka kasus Covid-19 yang tinggi, sehingga screening kesehatan dari negara-negara tersebut dapat lebih difokuskan;

e. Mendorong pemerintah mengingatkan kembali masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) jika berada di tempat-tempat umum dan ramai, sehingga meminimalisir penularan virus corona dan subvariannya di ruang publik. (LA)

(19 Desember 2022)