Cadangan Stok Beras Pemerintah Dibawah Satu Juta Ton
National Food Agency (NFA) meminta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 1,2 juta ton hingga akhir tahun ini, namun Perum Bulog mengatakan bahwa peningkatan CBP hingga 1,2 juta ton di akhir tahun tidak akan terpenuhi. Diketahui saat ini stok cadangan beras yang dikelola oleh Perum Bulog di bawah satu juta ton, namun disebut masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, DPR perlu:
a. Mendorong Perum Bulog memetakan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam menyiapkan stok beras di Indonesia, sehingga dapat ditemukan strategi dan langkah solusi terbaik untuk dapat meningkatkan CBP di Indonesia sebagaimana yang disarankan oleh NFA;
b. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Perum Bulog bersikap bijak dan tepat dalam mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat dan peningkatan CBP, guna meminimalisir potensi terjadinya kekurangan atau krisis pangan di Indonesia;
c. Mendorong Kementan dan Perum Bulog memprioritaskan produksi dan pengadaan beras dari dalam negeri guna memenuhi kebutuhan beras dan target peningkatan CBP, serta menyusun strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi beras dalam negeri ke depannya yang juga dapat berdampak pada kesejahteraan petani;
d. Mendorong Kementan bersama Perum Bulog dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan lainnya untuk secara bersama mengevaluasi tata kelola pangan di Indonesia, khususnya terhadap produksi, stok, dan penyimpanan beras di Indonesia, mengingat stok pangan yang dikelola dan dikuasai oleh pemerintah masih sangat minim apabila dibandingkan dengan kebutuhan nasional;
e. Mendorong Perum Bulog melakukan operasi pasar guna memastikan kecukupan stok dan harga beras stabil di pasaran, serta menyeimbangkan antara pasokan dan permintaan sehingga harga beras tetap stabil, sehingga dapat mencegah dan menekan terjadinya inflasi pangan yang akan berimbas pada angka inflasi nasional. (LA)
(17 November 2022)