Bulog Kesulitan Menambah Cadangan Beras Pemerintah Karna Petani Enggan Menjual Kepada Bulog
Petani enggan menjual beras produksinya ke Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) karena harga di pasar jauh lebih tinggi dibandingkan harga beli yang ditetapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebab hal tersebut, Bulog kesulitan untuk menambah cadangan beras pemerintah (CBP) yang semakin menipis, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) dan BUMN melalui Perum Bulog mempertimbangkan untuk menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras dari para petani, mengingat saat ini harga jual beras di pasar jauh lebih tinggi dari harga beli pemerintah yang menyebabkan petani lebih memilih menyimpan berasnya atau menjualnya langsung di sawah dibandingkan dengan menjual berasnya ke Perum Bulog;
b. Mendorong Kementan dan Perum Bulog untuk menyusun strategi jangka panjang dalam upaya meningkatkan produksi beras dalam negeri ke depannya untuk memenuhi stok cadangan beras pemerintah, sekaligus berdampak terhadap kesejahteraan petani;
c. Mendorong komitmen dan keseriusan Perum Bulog untuk menyerap gabah/beras petani, mengingat petani telah berupaya agar hasil panennya memenuhi standar yang ditetapkan Bulog dan tidak terserapnya gabah/beras tentu akan menyulitkan Bulog dalam upaya menambah stok cadangan beras pemerintah;
d. Menyatakan kepada masyarakat bahwa DPR bersama pemerintah berkomitmen akan berusaha memaksimalkan penyerapan beras nasional sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat dan mengganggu kebutuhan stok cadangan beras nasional. (RR)