Anjloknya Harga Buah Tandan Segar Pasca Larangan Ekspor CPO
Anjloknya harga tandan buah segar sawit pasca larangan ekspor CPO, menyebabkan petani sawit rakyat tidak mampu membeli pupuk yang naik hingga 300% akibat konflik Rusia-Ukraina. JIka kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan pertengahan tahun depan, produktivitas kebun sawit rakyat akan anjlok sampai 40%. DPR Perlu:
a. Mendorong pemerintah segera mengevaluasi dan menilai efektivitas kebijakan larangan eskpor CPO dan turunannya terhadap upaya menurunkan harga minyak goreng dalam negeri;
b. Mendorong pemerintah segera mencari solusi alternatif bagi petani sawit dan agar mengambil kebijakan yang bukan hanya berfokus pada kesejahteraan konsumen minyak goreng, tapi juga harus memperhatikan kesejahteraan dan keberlangsungan petani sawit, khususnya petani kecil;
c. Mendorong pemerintah kembali memperhitungkan kebutuhan minyak sawit nasional dan meminta pemerintah kembali memberlakukan sistem kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) minyak goreng, sehingga pasokan minyak sawit dapat sesuai dengan kebutuhan nasional;
d. Mendorong PT Pupuk Indonesia mulai memperhitungkan stok bahan baku impor untuk kebutuhan pembuatan pupuk dan segera mencari negara alternatif sebagai importir bahan baku, apabila konflik Rusia dan Ukraina diprediksi akan sangat berpengaruh;
e. Mendorong Kementan dan PT Pupuk Indonesia mengevaluasi distribusi pupuk subsidi maupun non-subsidi sebagai upaya menyusun strategi optimalisasi pengawasan terhadap penyaluran pupuk ke petani. (RR)
(24 Oktober 2022)