PB IDI Laporkan Kelangkaan Stok Vaksin Covid-19
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menerima laporan kelangkaan atau kekosongan stok vaksin Covid-19 di beberapa daerah, antara lain terjadi di Provinsi Lampung, Pekanbaru, Tanjungpinang, Bintan, Bali, dan Papua. Hal ini perlu mendapatkan perhatian pemerintah mengingat ketersediaan stok vaksin sangatlah penting di tengah antusiasme masyarakat mendapatkan booster yang masih sangat tinggi. DPR Perlu:
a. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan penyaluran stok vaksin booster dari pusat ke daerah tepat waktu dan tepat sasaran, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengatur alokasi vaksin untuk kebutuhan penyuntikan dosis vaksin booster pertama dan kedua, sehingga dapat diketahui kebutuhan stok vaksin yang harus dikeluarkan dan kebutuhan tenaga vaksinator yang diperlukan;
b. Mendorong Kemenkes memetakan permasalahan dan penyebab daerah yang masih kekurangan stok vaksin Covid-19 atau bahkan mengalami kekosongan stok vaksin yang menyebabkan masyarakat masih harus menunggu untuk diberikan vaksin, salah satunya disebabkan keterlambatan pusat mendistribusikan vaksin ke daerah. Oleh karena itu, ke depannya Kemenkes harus mengantisipasi keterlambatan pendistribusian vaksin ke daerah, dengan mengatur waktu pengiriman vaksin ke daerah dengan mempertimbangkan durasi waktu pengiriman dan proses pendistribusian vaksin Covid-19;
c. Mendorong Pemda yang masih kekurangan stok vaksin Covid-19 segera meminta dan membuat laporan kepada Pemerintah Pusat untuk terus menambah stok vaksin, karena antusiasme masyarakat di sejumlah daerah cukup tinggi untuk menerima vaksin;
d. Mendorong Kemenkes selalu berkoordinasi dengan Pemda terkait kebutuhan stok vaksin booster di setiap daerah, dan berharap ketersediaan stok vaksin Covid-19 segera dimanfaatkan oleh Pemda untuk diberikan ke masyarakat, mengingat vaksin mempunyai tenggat waktu kedaluwarsa dan kebutuhan untuk mempercepat terbentuknya kekebalan komunal (herd immunity). (RR)