Maraknya Kasus Kecelakaan Jalan Tol
Jalan tol Trans Jawa masih belum bisa lepas dari bayang-bayang kecelakaan, seperti yang baru-baru ini terjadi yaitu kecelakaan beruntun di ruas tol Pejagan-Pemalang. Hal tersebut dikarenakan lemahnya faktor pengawasan serta masih banyak pengemudi yang melewati batas kecepatan yang telah di tetapkan. DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meningkatkan pengawasan dan pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol guna memberikan keselamatan dan keamanan bagi para pengguna jalan tol;
b. Meminta Kemenhub bersama Kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk memperbanyak pemasangan kamera CCTV di sepanjang jalan tol dengan jarak yang telah disesuaikan, terutama di titik rawan terjadi kecelakaan, serta menetapkan batas kecepatan maksimum dan minimum di sepanjang jalan tol terutama di titik-titik rawan kecelakaan, mengingat kecelakaan lalu lintas serting terjadi akibat pengguna jalan melebihi batas maksimum kecepatan yang ditetapkan. Oleh sebab itu, diharapkan kepada setiap pengguna jalan tol untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan guna mewujudkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran ketika berkendara;
c. Meminta Pemerintah memperbanyak pembangunan rest area dan rambu-rambu lalu lintas di sekitar jalan tol agar masyarakat yang mengalami kelelahan akibat perjalan dapat beristirahat dan meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan tol, serta meminta BUJT bersama kepolisian untuk meningkatkan patroli pengawasan pada jam-jam rawan terjadinya kecelakaan di jalan tol dan terhadap kondisi-kondisi khusus, seperti dampak asap pembakaran sawah atau cuaca berkabut sehingga dapat menekan akan kecelakaan yang terjadi di jalan tol;
d. Mendorong BUJT bersama Kepolisian memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat sekitar jalan tol untuk tidak membakar lahan yang bisa menyebabkan asap yang bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan;
e. Meminta komitmen pemerintah bersama stakeholders terkait untuk meningkatkan pengawasan di jalan tol, dan meningkatkan kecepatan reaksi terhadap berbagai kondisi yang terjadi di jalan tol. (YA)
(20 September 2022)