Sejumlah Perilaku Negatif Anak-anak dan Remaja Bentuk Imitasi Dari Apa Mereka Tonton Di Media Sosial
Sejumlah perilaku negatif anak-anak dan remaja seperti menyetop kendaraan besar di tengah jalan, perundungan, atau bullying hingga penyimpangan perilaku seksual diduga merupakan bentuk imitasi atau peniruan dari yang mereka tonton melalui media sosial, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) memberikan edukasi kepada orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan kegiatan anak dalam mengakses media sosial, dan mengarahkan agar orang tua dapat memberikan batasan atau tidak mengenalkan dulu anaknya pada gawai terlalu dini, serta lebih banyak mengenalkan dan mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan secara langsung yang bermanfaat dan positif;
b. Mendorong Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) untuk memilah dan menyaring konten-konten di media sosial sehingga konten-konten di media sosial dapat menjadi sumber informasi yang edukatif, menarik, dan bermanfaat, serta terus meningkatkan pengawasan terhadap konten yang muncul di media sosial dan berkoordinasi dengan berbagai platform media sosial untuk melakukan penghapusan permanen terhadap akun-akun yang menggunggah konten negatif atau tidak sesuai dengan kaidah atau norma yang berlaku;
c. Mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta guru di sekolah untuk memberikan pendidikan kebudayaan dan menanamkan nilai-nilai moral sejak dini kepada para siswa, sehingga siswa atau anak memiliki kemampuan untuk dapat memfilter hal yang baik untuk diterima maupun tidak, khususnya dalam media sosial, mengingat adanya sejumlah konten negatif yang berpotensi muncul di media sosial.
(25 Juli 2022)