Kebarakan Hutan dan Lahan Pada Semester I 2022 Meningkat dari Periode Yang Sama Ditahun 2021
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada semester I tahun 2022 meningkat dari periode yang sama di tahun 2021sebelumnya. Diketahui, sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2022, luas karhutla secara nasional 59.130 hektar, sementara di periode yang sama pada tahun 2021 yaitu seluas 52.578 hektar, DPR perlu:
a. Mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memetakan penyebab meluasnya karhutla di tahun 2022, sehingga perluasan karhutla dapat ditekan dan tidak terus menyebar;
b. Mendorong KLHK bersama Polisi Hutan (Polhut) meningkatkan kewaspadaan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi, yakni Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, serta memasifkan patrol mandiri dan patroli terpadu;
c. Mendorong seluruh stakeholders terkait, baik pusat dan daerah, untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla, serta mengoptimalkan sistem deteksi dini dan monitoring titik api (hotspot);
d. Mendorong KLHK, secara berkala melakukan program reboisasi atau penghijauan kembali hutan-hutan atau wilayah yang terdampak karhutla, sehingga Indonesia tidak terus kehilangan wilayah hutan dan keseimbangan ekosistem tetap terjaga;
e. Mendorong KLHK bersama Pemerintah Daerah (Pemda) mengedukasi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah karhutla untuk menjaga kelestarian dan keasrian hutan, dan tidak melakukan pembakaran hutan dengan sengaja atau secara ilegal. Diharapkan, pemerintah bersama aparat dapat menegakkan hukum bagi pihak yang melakukan perusakan hutan;
f. Mendorong KLHK, Pemda, dan Polhut untuk melakukan verifikasi lapangan (groundcheck spot) secara berkala, sehingga dapat dilakukan antisipasi dan penanganan karhutla secara dini apabila ditemukan tanda-tanda akan terjadi karhutla.
(29 Juli 2022)