Peringatan Hari Bidan Nasional

Hari Bidan Nasional diperingati pada tanggal 24 Juni setiap tahunnya, DPR perlu:

a. Mengucapkan selamat Hari Bidan kepada seluruh bidan di Indonesia dan menyampaikan bahwa DPR akan selalu memperjuangkan hak-hak bidan dan kesejahteraan para bidan di Indonesia, sehingga dapat menciptakan pelayanan kebidanan berkualitas yang menjadi fokus upaya global untuk mewujudkan hak setiap perempuan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik selama kehamilan, persalinan, dan kesehatan reproduksi perempuan;

b. Mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk melindungi hak persalinan dan kesehatan reproduksi bagi perempuan melalui optimalisasi pelayanan kebidanan terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta kesejahteraan keluarga;

c. Mendorong pemerintah dalam hal ini Kemenkes memperhatikan pemerataan pendidikan kebidanan di Indonesia karena adanya kesenjangan distribusi tenaga kebidanan antara pelayanan kesehatan di kota, desa, dan perifer (perbatasan dan terpencil) sehingga kualitas Kesehatan Ibu dan Anak dibeberapa daerah masih rendah dan belum merata;

d. Mendorong Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mengoptimalisasi peran bidan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu, bayi, dan balita dengan melakukan pembinaan dalam memberikan pelayanan kebidanan sesuai standar Continum of Care (CoC), mendistribusikan panduan pelayanan KIA dan Keluarga Berencana (KB) melalui beragam inovasi kegiatan, serta memberikan dukungan, advokasi, dan pembinaan terhadap anggota IBI;

e. Mendorong tenaga kebidanan dan para calon bidan yang masih menempuh pendidikan kebidanan diseluruh Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku dalam bidang keprofesiannya sebagai seorang bidan yang mampu memberikan asuhan sesuai lingkup praktik kebidanan meliputi asuhan mandiri/otonomi pada anak perempuan, remaja putri dan wanita dewasa sebelum, selama dan sesudah kehamilan;

f. Mengajak seluruh bidan Indonesia untuk selalu tanggap dan peka terhadap berbagai masalah isu kesehatan yang ada di masyarakat serta mendorong para bidan untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh ibu hamil tentang kesehatan selama masa mengandung terutama tentang gizi anak dan bagi ibu hamil, mengingat isu kasus stunting yang ada di indonesia 24,4% angka tersebut melebihi batas yang di tetapkan oleh World Health Organization (WHO) yaitu 20%;

g. Menyampaikan harapan agar seluruh bidan juga dapat berperan membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, salah satunya dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan saat  memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, agar bidan maupun pasien yang melahirkan tetap sehat dan aman dari jangkitan virus Covid-19.

(22 Juni 2022)