BPS Catat Produksi Padi 2021 Alami Penurunan 233,91 Ribu Ton Atau 0,42% dari 2020

Di tengah ancaman krisis pangan global, pemerintah dinilai perlu mewaspadai tren penurunan produksi beras Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Produksi padi tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 233,91 ribu ton gabah kering giling (GKG) atau 0,43% dibandingkan produksi padi tahun 2020. DPR Perlu:

a. Meminta Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung peningkatan  produktivitas beras dalam negeri, mengingat selain pertumbuhan produksi beras di Indonesia saat ini tidak lagi mampu mengejar laju pertambahan penduduk, penurunan produksi yang terus terjadi berpotensi menyebabkan Indonesia harus bergantung pada impor beras ditengah krisis dan naiknya harga pangan setiap tahunnya yang pastinya berpengaruh pada ketersediaan dan harga pangan nasional;

b. Mendorong Kementan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola pertanian padi serta menuntaskan masalah yang menjadi hambatan utama peningkatan produksi beras diantaranya kenaikan harga pupuk yang secara signifikan memicu kenaikan biaya produksi padi yang menyebabkan petani padi terus merugi dan tidak mampu menggenjot produksi;

c. Mendorong Kementan untuk mengoptimalkan pengawasan dan melakukan evaluasi terhadap jalannya sejumlah kebijakan dalam upaya menggenjot produksi komoditas pangan dalam negeri seperti pemberian bibit unggul kepada petani dan distribusi pupuk bersubsidi yang saat ini berjalan.

(16 Juni 2022)